MAKALAH
SEJARAH
PENDIDIKAN
Tentang
SISTEM PENDIDIKAN DI
INDONESIA PADA MASA REFORMASI
![]() |
OLEH
FELIA
SISKA
10020012
A/10
Dosen
Pembimbing
Meldawati,
S.Pd.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
2012
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Pendidikan sebagai suatu proses berkesinambungan yang ada
sejak manusia itu ada, memiliki suatu perkembangan yang dinamis sesuai dengan
jiwa zaman (zeitgist) dalam suatu masa tertentu. Pendidikan mengikuti pola
kehidupan masyarakat dan
sistem kebudayaan yang melatarbelakanginya. Sehingga tidak jarang peralihan atau pergantian dari suatu
system kekuasaan akan mengakibatkan pula perubahan substansi dalam bidang
pendidikan. Dari zaman prasejarah, zaman kuno, zaman pertengahan sampai pada
zaman modern pendidikan mengalami suatu perubahan secara dinamis sampai pada
rezim orde baru di bawah kekuasaan Soeharto.
Pendidikan sudah sepatutnya
menentukan masa depan suatu negara. Bila visi pendidikan tidak jelas, yang
dipertaruhkan adalah kesejahteraan dan kemajuan bangsa. Visi
pendidikan harus diterjemahkan ke dalam sistem pendidikan yang memiliki sasaran
jelas, dan tanggap terhadap masalah-masalah bangsa. Karena itu, perubahan dalam
subsistem pendidikan merupakan suatu hal yang sangat wajar, karena kepedulian
untuk menyesuaikan perkembangan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Sudah seyogyanya sistem pendidikan tidak boleh jalan di tempat, namun setiap
perubahan juga harus disertai dan dilandasi visi yang mantap dalam menjawab
tantangan zaman.
Dengan lahirnya Orde Baru dan tumpasnya pemberontakan PKI, maka mulailah suatu era
baru dalam usaha menempatkan pendidikan sebagai suatu usaha untuk menegakkan
cita-cita proklamasi 17 agustus 1945. Banyak usaha-usaha yang memerlukan kerja
keras dalam rangka untuk mewujudkan suatu sistem pendidikan yangb betul-betul
sesuai dengan tekad orde baru sebagai orde pembangunan. Namun pada masa inipun
pendidikan belum dikatakan berhasil sepenuhnya, maka pada masa berikutnya yaitu
masa reformasi diperlukan adanya pembenahan, baik dalam bidang kurikulum,
dimana kurikulum harus ditinjau paling sedikit lima tahun.
Setelah
Rezim orde baru mengalami keruntuhan pada tahun 1998 maka dimulaialah suatu
zaman perubahan (Reformasi) yang tentu saja ikut merubah tatanan sistem
pendidikan di Indonesia. Ketidakteraturan politik, ekonomi, sosial dan budaya
Indonesia pada saat itu hingga sekarang mengalami perubahan – perubahan secara
signifikan. Seiring dengan hal tersebut, pendidikan juga tidak terlepas dari
dampak perubahan politik. Untuk mengkaji dan mengidentifikasi permasalahan
tersebut, maka penulis akan membahas mengenai perkembangan pendidikan pada
jaman reformasi hingga sekarang. Baik dari segi perubahan kurikum maupun dari
sudut pandang perkembangannya.
B.
Batasan
Masalah
Sesuai dengan latar belakang masalah
maka materi yang dikaji akan difokuskan pada pembahasan mengenai aspek berikut
:
1)
Stuasi dan Kondisi Pendidikan Indonesian
Menjelang Era Reformasi
2)
Kurikulum Pendidikan Pada masa Era
Reformasi
3)
Perkembangan Kurikulum di Indonesia masa
Era Reformasi
4)
Perbandingan Kurikulum KBK dengan KTSP
C. Rumusan
Masalah
Berdasarkan Latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan
permasalahannya adalah sebagai berikut :
1.
Bagaimanakah Stuasi dan Kondisi
Pendidikan Indonesian Menjelang Era Reformasi?
2.
Apakah bentuk Kurikulum yang dipakai
pada Pendidikan masa Era Reformasi ?
3.
Bagaimanakah Perkembangan Kurikulum
Pendidikan di Indonesia pada Era Reformasi ?
4.
Menjelaskan Perbandingan Kurikulum
Berbasis Kompetensi dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
D. Tujuan
Pada pembuatan makalah ini, penulis
memiliki maksud dan tujuan untuk menjawab rumusan masalah diatas yang akan
dikemukakan pada subbab. Adapun ruang lingkup pembahasan mencakup hal dibawah
ini :
1.
Bertujuan untuk menjelaskan Situasi dan
kondisi pendidikan Indonesia menjelang era Reformasi
2.
Bertujuan untuk menjelaskan kurikulum-kurikulum
yang digunakan pada masa Reformasi
3.
Bertujuan untuk menjelaskan perkembangan
kurikulum pendidikan di Indonesia masa Reformasi
4.
Bertujuan untuk menjelaskan perbedaan
antara kurikulum KBK dengan KTSP
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Stuasi
dan Kondisi Pendidikan Indonesian Menjelang Reformasi
Mundurnya Soeharto dari
jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda
akhirnya Orde Baru, untuk kemudian digantikan "Era
Reformasi. Perjalanan sejarah Indonesia berlanjut, Hingga akhir-akhir ini Neo Liberalisme begitu gencar, seakan mengajak
seluruh penghuni bumi untuk bersepakat dengan “the End of
History”; bahwa sejarah peradaban manusia telah selesai dengan kapitalisme
liberal.“Reformasi 1998” memanglah pas disebut sebagai reformasi. Diakui atau
tidak, momen ini merupakan awal perubahan bentuk kapitalisme di Indonesia.
Ditandatanganinya letter of intents
antara pemerintah Indonesia dan IMF menjadi legitimasi formal bagi kapitalisme untuk mengembangkan neoliberalisme
yang berpijak pada tiga program utama, yakni deregulasi ekonomi,
liberalisasi, dan privatisasi. Di bidang pendidikan, pada tahun 1999, dengan dana dari Bank Dunia,
ditandatangani kesepakatan melakukan pilot project “Otonomi Kampus”
pada empat Perguruan Tinggi Negeri utama di Indonesia.
Dari segi kualifikasi tenaga guru di Indonesia masih jauh
dari harapan. Hal ini ditunjukkan oleh statistik sebagai berikut: dari jumlah
guru SD sebanyak 1.141.161 orang, 53% diantaranya berkualifikasi D-II atau
statusnya lebih rendah. Dari jumlah guru SLTP sebanyak 441.174 orang, 36%
berkualifikasi D-II atau lebih rendah, 24,9% berijasah D-III kemudian dari
346.783 orang guru sekolah menengah, sebanyak 32% masih berkualifikasi D-III
atau lebih rendah statusnya. Sementara itu pengangkatan tenaga pendidik yang
baru setiap tahun hanya dipenuhi 25% dari usulan kebutuhan akan tenaga pendidik
(Soearni, 2003: 396 – 397).
Implikasi dari situasi bangsa Indonesia seperti itu adalah
dalam waktu kurang dari satu dasawarsa ini sering terjadi pergantian kabinet
sesuai dengan presiden yang berkuasa. Hal ini tentu saja membawa dampak secara
tidak langsung terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Pergantian kabinet,
termasuk menteri pendidikan nasional dapat berdampak seringnya terjadi
pergantian kurikulum pendidikan yang diterapkan di seluruh Indonesia. Mulai
dari Kurikulum penyempurnaan Kurikulum GPP 1994 menjadi Kurikulum 2000,
selanjutnya diganti dengan kurikulum KBK dan terakhir diganti dengan KTSP.
Pendidikan di era reformasi 1999 mengubah wajah sistem
pendidikan Indonesia melalui UU No 22 tahun 1999, dengan ini pendidikan menjadi
sektor pembangunan yang didesentralisasikan. Pemerintah memperkenalkan model
“Manajemen Berbasis Sekolah”. Sementara untuk mengimbangi kebutuhan akan sumber
daya manusia yang berkualitas, maka dibuat sistem “Kurikulum Berbasis
Kompetensi”.
Memasuki tahun 2003 pemerintah membuat UU No.20 tahun 2003 tentang sistem
pendidikan nasional menggantikan UU No 2 tahun 1989., dan sejak saat itu
pendidikan dipahami sebagai: “usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara
Pendidikan di masa reformasi juga belum sepenuhnya dikatakan berhasil.
Karena, pemerintah belum memberikan kebebasan sepenuhnya untuk mendesain
pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan lokal, misalnya penentuan
kelulusan siswa masih diatur dan ditentukan oleh pemerintah. Walaupun telah ada
aturan yang mengatur posisi siswa sebagai subjek yang setara dengan guru, namun
dalam pengaplikasiannya, guru masih menjadi pihak yang dominan dan mendominasi
siswanya, sehingga dapat dikatakan bahwa pelaksanaan proses pendidikan
Indonesia masih jauh dari dikatakan untuk memperjuangkan hak-hak siswa.
B.
Kurikulum
Pendidikan Era Reformasi
1.
Kurikulum berbasis kompetensi
(KBK)/2004
Kurikulum
berbasis kompetensi adalah kurikulum yang pada tahap perencanaan, terutama
dalam tahap pengembangan ide akan dipengaruhi oleh kemungkinan-kemungkinan
pendekatan, kompetensi dapat menjawab tantangan yang muncul. Artinya, pada
waktu mengembangkan atau mengadopsi pemikiran kurikulum berbasis kompetensi
maka pengembang kurikulum harus mengenal benar landasan filosofi, kekuatan dan
kelemahan pendekatan kompetensi dalam menjawab tantangan, serta jangkauan
validitas pendekatan tersebut ke masa depan. Harus diingat bahwa kompetensi
bersifat terus berkembang sesuai dengan tuntutan dunia kerja atau dunia profesi
maupun dunia ilmu (Suyanto, 2005)
ciri-ciri Kurikulum Berbasis Kompetensi :
ciri-ciri Kurikulum Berbasis Kompetensi :
a)
Menekankan pada ketercapaian kompetensi
siswa, baik secara individual maupun klasikal
b)
Berorientasi pada hasil belajar dan
keberagaman
c)
Penyampaian dalam pembelajaran
menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
d)
Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga
sumber belajar yang lain yang memenuhi unsur edukasi.
e)
Penilaian menekankan pada proses dan hasil
dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
2.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP)
a)
Kurikulum 2006 yang disusun oleh Badan
Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan baru ditetapkan pemberlakuannya oleh
Mendiknas melalui Peraturan Mendiknas No. 24 Tahun 2006 tanggal 2 Juni 2006.
Landasan & Acuan Penyusunan & Pengembangan KTSP UU No. 20 Tahun 2003 à
SISDIKNAS PP No. 19 Tahun 2005 à SNP Permen No. 22 Tahun 2006 à
SI Permen No. 23 Tahun 2006 à
SKL BSNP à
Panduan Penyusunan KTSP Pertimbangan Komite Sekolah. 3.
b)
Kurikulum seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan isi bahan pelajaran cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.
Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh
dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri atas: Tujuan
pendidikan tingkat satuan pendidikan Struktur dan muatan KTSP Kalender
pendidikan Silabus . Prinsip Pengembangan KTSP Berpusat pada potensi,
perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
Beragam dan terpadu Tanggap perkembangan IPTEKS Relevan dengan kebutuhan
kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat (life long
learning) Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah
Acuan
Operasional Penyusunan KTSP Peningkatan iman, taqwa, akhlak mulia Peningkatan
potensi, kecerdasan, minat sesuai tk. perkembangan & kemampuan peserta
didik Keragaman potensi & karakteristik daerah/lingkungan Tuntutan
pembangunan daerah & nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan IPTEKS
Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional & nilai-nilai
kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat seetempat Kesetaraan gender
Karakteristik satuan pendidikan
Komponen
KTSP Tujuan Pendidikan Tingkat Satdik Stuktur & Muatan KTSP Mata pelajaran
Muatan lokal Kegiatan pengembangan diri Pengaturan beban belajar Ketuntasan
belajar Kenaikan kelas & kelulusan Penjurusan Pendidikan kecakapan hidup
Pendidikan berbasis keunggulan lokal & global Kalender Pendidikan.
Pengembangan Silabus Rencana Pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata
pelajaran/tema tertentu yang mencakup: standar kompetensi kompetensi dasar
materi pokok/pembelajaran kegiatan pembelajaran indikator pencapaian kompetensi
untuk penilaian alokasi waktu sumber belajar. Prinsip Pengembangan Silabus Ilmiah Relevan
Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh.
Prinsip Pengembangan Silabus Prinsip Ilmiah
Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan Prinsip Relevan Cakupan,
kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai
dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan
spiritual peserta didik. Prinsip Sistematis Komponen-komponen silabus saling
berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi Prinsip Konsisten
Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar,
indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan
sistem penilaian.
C.
Perkembangan
Kurikulum Pendidikan di Indonesia pada Era Reformasi
Perkembangan
Kurikulum juga berkaitan dengan periode Pemerintahan. Pada era pemerintahan
Habibie masih menggunakan kurikulum 1994 yang disempurnakan sampai pada masa
pemerintahan Gus Dur. Pada masa pemerintahan Megawati terjadi beberapa
perubahan tatanan di bidang pendidikan, antara lain :
1)
Dirubahnya kurikulum
1994 menjadi kurikulum 2000 dan akhirnya disempurnakan menjadi kurikulum 2002
(KBK). KBK atau Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan kurikulum yang pada
dasarnya berorientasi pada pengembangan tiga aspek utama, antara lain aspek
afektif (sikap), kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (ketrampilan).
2)
Pada
tanggal 8 juli 2003 disahkannya Undang – undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional yang memberikan dasar hukum untuk membangun
pendidikan nasional dengan menerapkan prinsip demokrasi, desentralisasi,
otonomi, keadilan dan menjunjung Hak Asasi Manusia.
Menurut
Lembaran Negara Nomor 4301 Pendidikan dalam UU Republik Indonesia No. 20/2003,
pembaharuan sistem pendidikan nasional dilakukan untuk memperbaharui visi, misi
dan strategi pembangunan pendidikan nasional. Visi dari pendidikan nasional
adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan
berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi
manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman
yang selalu berubah. Adapun misi dari pendidikan nasional adalah sebagai
berikut :
1)
Mengupayakan perluasan
dan pemerataan kesempatan memperleh pendidikan dan bermutu bagi seluruh rakyat
Indonesia.
2)
Membantu dan
memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini
sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar.
3)
Meningkatkan kesiapan
masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan
kepribadian yang bermoral.
4)
Meningkatkan
keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan
ilmu pengetahuan, ketrampilan, pengalaman, sikap dan nilai berdasarkan standar
nasional dan global.
5)
Memberdayakan peran
serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi
dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kemudian
setelah Megawati turun dari jabatannya dan digantikan oleh Susilo Bambang
Yudhoyono, UU No. 20/2003 masih tetap berlaku, namun pada masa SBY juga
ditetapkan UU RI No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. Penetapan Undang – undang
tersebut disusul dengan pergantian kurikulum KBK menjadi Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Kurikulum ini berasaskan pada PP No. 19 tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan

D. Perbandingan Kurikulum Kurikulum Berbasis
Kompetensi dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Perbandingan Kurikulum
Berbasis Kompetensi (KBK) dengan KTSP :
|
NO
|
ASPEK
|
Kurikulum
2004 / KBK
|
Kurikulum
KTSP
|
|
1
|
Filosofis
|
Struktur Keilmuan dan perkembangan
Psikologis siswa. Sehingga bedasar kepada kompetensi lulusannya
|
Struktur keilmuan dan perkembangan
psikologi siswa dan Standar Kompetensi Lulusan
|
|
2
|
Tujuan
|
Semua siswa memiliki kompetensi yang
ditetapkan
|
Semua siswa berpusat pada potensi,
perkembangan kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta lingkungannya
berdasarkan kompetensi yang ditetapkan.
|
|
3
|
Sifat
|
Cenderung sentralisme pendidikan
: Kurikulum disusun oleh tim Pusat
secara rinci, Daerah/sekolah hanya melaksanakannya
|
Cenderung sentralisme pendidikan :
kerangka dasar pendidikan disusun oleh tim pusat, Daerah dan sekolah dapat
mengembangkan lebih lanjut.
|
|
4
|
Supstansi Materi
|
Pemerintah menetapkan kompetensi yang
berlaku secara nasional dan Daerah/Sekolah berhak menetapkan standar yang
lebih tinggi sesuai kemampuan Sekolah/Daerah.
|
Pemerintah menetapkan Kompetensi yang
berlaku secara nasional dan semua Sekolah/Satuan Pendidikan wajib membuat
KTSP. Dimana silabus merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari KTSP dan
guru harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
|
|
5
|
Cara Pembelajaran
|
-
Siswa Aktif
-
Siswa mengembangkan berbagai
Metode pembelajaran
-
Guru sebagai Falisitator
|
-
Siswa Aktif
-
Mengembangkan berbagai metode dan
Model Pembelajaran
-
Menggunakan pendekatan
multistrategis dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan
memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
|
Pendapat lain mengenai
perbedaan Kurikulum KBK dengan KTSP
1.
Kurikulum Berbasis Kompetensi (Depdiknas
2002) memiliki karakteristik sebagai berikut:
o
Pencapaian kompetensi siswa
(individual/klasikal)
o
Berorientasi pada hasil belajar dan
keberagaman
o
Penyampaian pembelajaran dengan
pendekatan dan metode bervariasi
o
Sumber belajar guru dan sumber lainnya
yang memenuhi unsur edukatif
o
Penilaian menekankan pada proses dan
hasil belajar (penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi)
o
Menggunakan sistem sentralisasil penuh
dari pusat
2.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
o
Mendorong terwujudnya otonomi sekolah
dalam penyelenggaraan pendidikan
o
Mendorong para guru, kepala sekolah, dan
pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam
penyelenggaraan program-program pendidikan.
o
KTSP sangat memungkinkan bagi setiap
sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang
akseptabel bagi kebutuhan siswa.
o
KTSP akan mengurangi beban belajar siswa
yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20%.
o
KTSP memberikan peluang yang lebih luas
kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan
kebutuhan.
Perbedaan
Kurikulum KBK dengan KTSP secara rinci adalah sebagai berikut :
|
ASPEK
|
KURIKULUM
2004
|
KURIKULUM 2006
|
|
Landasan Hukum
|
|
|
|
Implementasi
/Pelaksanaan
Kurikulum
|
|
|
|
Ideologi
Pendidikan yang Dianut
|
|
|
|
Sifat (1)
|
|
|
|
Sifat (2)
|
|
|
|
Pendekatan
|
|
|
|
Struktur
|
|
|
|
Beban Belajar
|
|
|
|
Pengembangan
Kurikulum lebih
Lanjut
|
|
|
|
Prinsip
Pengembangan
Kurikulum
|
|
|
|
Prinsip
Pelaksanaan
Kurikulum
|
Tidak terdapat
prinsip pelaksanaan kurikulum
|
3.
Memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan perbaik-an, pengayaan, dan/atau
percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisinya dengan
memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi
ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.
5.
Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan
teknologi yang memadai, dan meman-faatkan lingkungan sekitar sebagai sumber
belajar.
6. Mendayagunakan
kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan
pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.
7.
Diselenggarakan dalam kese-imbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang
cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.
|
|
Pedoman
Pelaksanaan
Kurikulum
|
|
Tidak
terdapat pedoman pelaksanaan kurikulum seperti pada Kurikulum 2004.
|
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pendidikan
pada zaman reformasi mengalami suatu perkembangan yang pada dasarnya lebih maju
daripada pendidikan pada zaman orde baru. Pendidikan pada zaman reformasi
mengutamakan pada perkembangan peserta didik yang lebih terfokus pada
pengelolaan masing – masing daerah (otonomi pendidikan). Dalam hal tenaga
kependidikan diberlakukan suatu kualifikasi profesional untuk lebih
meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.
Sedangkan
sarana dan prasarana juga sudah mengalami suatu peningkatan yang baik. Namun
daripada hal tersebut pendidikan yang ada di Indonesia masih belum mengalami
suatu pemerataan. Ini terlihat dari adanya beberapa sekolah –sekolah terutama
di daerah pedalaman masih terdapat keterbatasan dalam berbagai aspekm penyelenggaraannya.
Dinamika sosial politik Indonesia yang juga berdampak pada perubahan kurikulum
merupakan suatu bentuk penyempurnaan dalam bidang pendidikan untuk meningkatan
mutu pendidikan di Indonesia.
B.
Saran
1. Bagi para pembaca dan rekan-rekan yang lainnya, Kritik dan saran
yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan
Makalah ini.
2. Jadikanlah makalah ini sebagai sarana yang dapat mendorong para
mahasiswa/i berfikir aktif dan kreatif.

No comments:
Post a Comment