NAMA : FELIA SISKA
NIM :
16166003
SEJARAH
TEORI MUNCULNYA TEORI SOSIAL
|
ZAMAN
|
NO
|
AHLI
|
TEORI
|
|
Yunani
Kuno
|
Pada
masa ini sosiologi dipandang sebagai bagian tentang kehidupan bersama secara
filsafat.
|
||
|
1
|
Plato
(429-347 SM)
|
· Plato
merumuskan teori tentang bentuk negara yang dicita-citakan, yang
organisasinya didasarkan pada pengamatan kritis terhadap sistem-sistem sosial
yang ada pada zamannya.
· Plato berhasil
merumuskan suatu teori organis tentang masyarakat, yang mencakup
bidang-bidang kehidupan ekonomis dan sosial.
|
|
|
2
|
Aristoteles
(384-322 SM)
|
· Aristoteles
mengadakan suatu analisis mendalam terhadap lembaga-lembaga politik dalam
masyarakat (Komunitas Sipil).
· Aristoletes
menyatakan bahwa basis masyarakat adalah moral.Menganggap bahwa masyarakat
adalah suatu organisme hidup (seperti pandangan kaum biologiwan) dengan basis
kehidupannya adalah moral (yang baik).
|
|
|
Renaissance
(1200-1600)
|
Zaman
ini adanya pemisahan antara politik dan moral sehingga terjadinya suatu
pendekatan yang mekanis terhadap masyarakat.
|
||
|
|
Ibn.
Khaldun (1332-1406)
|
Mengemukakan
prinsip-prinsip pokok untuk menafsirkan kejadian-kejadian sosial dan
peristiwa-peristiwa dalam sejarah. Faktor yang menyebabkan bersatunya manusia
di dalam suku-suku klan, negara, dan sebagainya adalah rasa solidaritas.
|
|
|
|
Thomas
More (1478-1535) – Komunis
|
Pada
1516 ia menerbitkan karya berjudul Utopia, yang menyatakan dua hal;
sebuah deskripsi tentang kemakmuran dan sindiran terhadap masyarakat yang
makmur waktu itu. Utopia membela subordinasi kehendak dari setiap
individu untuk menuju kemakmuran, komunitas yang memiliki kebaikan,
pendidikan nasional dan pekerjaan bagi semua rakyat
|
|
|
|
Giovanni
Domenico Campanella (Tommazo Campanella) (1568-1639) - Komunis
|
Dalam
buku City of the sun : Mengenai Gagasan masyarakat Ideal
Kemelaratan
yang luar biasa menyebabkan orang menjadi bajingan, pelit, licik, perampok,
tukang tipu muslihat, berakal busuk, sampah masyarakat dan pembohong. Adanya
kekayaan yang melimpah ruah menyebabkan orang menjadi sombong, tinggi-hati,
awam, karena orang-orang membuat keputusan tentang sesuatu yang sebenarnya
tidak dia pahami, pengkhianat-pengkhianat, pembohong, pembual, orang-orang
yang tak mengenal belas kasihan, temperamental dan lain-lain.
|
|
|
|
N.
Machiavelly (1469-1527)
|
·
Mengemukakan mengenai bagaimana cara mempertahankan
kekuasaan. Pengaruh ajaran Machiavelly antara lain suatu ajaran bahwa
teori-teori politik dan sosial memusatkan perhatian mekanisme pemerintahan.
·
Ajarannya yang sangat terkenal tercantum pada buku
Discorsi Sopra La Prima Deca di Titus Livius (Discourses on Frist Ten
Books of Titus Livius), 1521-1517 dan II Principe (The Prince), 1513.
|
|
|
Abad
Pencerahan (Abad ke 17 -18)
|
|
Thomas
Hobbes (1588-1679)
|
·
Teori Individualisme Instrumental
·
Menganggap masyarakat dan tatanan politis tempat
masyarakat itu tergantung sebagai kondisi-kondisi yang secara intrinsik tidak
menyenangkan tapi yang bagaimanapun perlu untuk kelangsungan hidup,
piranti-piranti yang menyedihkan dari makhluk-makhluk egois yang terkejut
panik yang tak bisa menemukan jalan lain untyk menghindari destruksi
timbal-balik.
|
|
|
Jhon
Locke (1632-1704)
|
Dianggap
sebagai bapak Hak Asasi Manusia (HAM). Dia berpandangan bahwa pada dasarnya
setiap manusia mempunyai hak-hak dasar yang sangat pribadi yang tidak dapat
dirampas oleh siapapun termasuk oleh negara (seperti hak hidup, hak berpikir
dan berbicara, berserikat, dan lain-lain).
|
|
|
|
JJ
Rousseau (1712-1778)
|
Berpegang pada ide kontrak sosialnya Hobbes. Dia
berpandangan bahwa kontrak antara pemerintah (negara?) dengan yang diperintah
(rakyat?) menyebabkan munculnya suatu kolektifitas yang mempunyai
keinginan-keinginan tersendiri yang kemudian menjadi keinginan umum.
Keinginan umum inilah yang harusnya menjadi dasar penyusunan kontrak sosial
antara negara dengan rakyatnya.
|
|
|
|
Adam
Smith (1723-1790)
|
·
Teorinya sistem sosial.
·
Karya : Wealth of nations, Teory of moral
sentiments
·
Gagasan bahwa masyarakat sebagaimana juga individu
adalah sistem, atau mesin yang bekerja bukan karena maksud-maksud manusia.
·
Smith memakai model astronomis ini untuk
menesebagai mekarangkan sistem-sistem sosial sebagai astronomis
mekanisme-mekanisme yang hidup yang bagian-bagiannya tanpa disadari
mempengaruhi kehidupan dan kegiatan keseluruhan.
|
|
|
|
Saint
Simon (1760-1825)
|
·
Menyatakan bahwa manusia hendaknya dipelajari
dalam kehidupan berkelompok.
·
Karya : Memoirs sur la Science de I’home :
masalah-masalah dalam ilmu politik hendaknya dianalisis dengan metode-metode
yang lazim dipakai terhadap gejala-gejala lain. Dia memikirkan sejarah
sebagai suatu fisika sosial.
|
|
|
|
Augute
Comte (1798-1853)
|
Mengemukakan
Fisika Sosial yang diubah menjadi Sociology. Auguste Comte membagi sosiologi
menjadi dua pendekatan yakni Statika Sosial dan sosial dinamik. Comte
menyatakan bahwa hubungan antara
statika dan dinamika merujuk pada konsep order didalamnya ditekankan bahwa
bagian-bagian dari masyarakat tidak dapat dimengerti secara terpisah, tetapi
harus dilihat sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan.
|
|
|
Abad
19 /Masa Modern
|
|
Karl
Marx (1818-1883)
|
· Teori konflik
· Karya : The
Communist Manifesto (1848) dan Das Capital.
· Teori konflik
· Marx melihat
masyarakat manusia sebagai sebuah proses perkembangan yang akan menyudahi
konflik melalui konflik.
· Sejarah
manusia mula dari pertanian primitif, feodal dan industri, ditandai hubungan
sosial yang melembagakan sifat ketergantungan untuk mengontrol atau menguasai
sumber-sumber ekonomi.
|
|
|
Max
Weber (1864-1920)
|
· Teori tindakan
· Menempatkan
konsep tindakan individual yang bermakna pada pusat teorinya tentang
masyaakat. Bagi weber ciri yang mencolok dari hubungan-hubungan sosial adalah
kenyataan bahwa hubungan-hubungan tersebut bermakna bagi mereka yang
mengambil bagian didalamnya.
|
|
|
|
Emile
Durkheim (1858-1917)
|
· Teori
Konsensus
· Karya “The
division of labor in society” (1968) membahas gejala yang sedang melanda
masyarakat : pembagian kerja. Ia mengemukakan bahwa dibidang perekonomian
seperti industri modern terjadi penggunaan mesin serta konsentrasi modal dan
tenaga kerja yang mengakibatkan pembagian kerja ke dalam bentuk spesialisasi
dan pemisahan okupansi yang semakin rinci.
|
|
|
|
Teori
Pendekatan Ekologi
|
||
|
|
Manusia
sebagai makhluk kreatif
|
||
|
|
Interaksionalisme
Simbolis
|
||
|
|
Sosiologi
Hebaviorisme
|
||
|
|
Fungsionalisme
|
||
|
|
Teori
kritis
|
||
|
|
Teori
Makna
|
||
|
|
Erving Goffman (1922-1982)
|
Panggung
dan Perangkat Interaksi Sosial
|
|
|
|
George Casper Homans (1910-1989)
|
Sosilogi
Mikro
|
|
|
|
Robert K. Merton (1910-2003)
|
Struktur
dan Fungsi,
|
|
|
|
Lewis A.
Coser (1913 -
|
Arkeologi
fungsi-fungsi konflik,
|
|
|
|
C Wright
Mills (1910-1962)
|
Sosilogi
yang menggugat masyarakat,
|
|
|
|
Peter M.
Blau (1918-2002)
|
Pertukaran
Sosial
|
|
|
|
Rondall
Collins (1941
|
Interaksi
Sosial, Konflik, Kekuasaan, dan Distribusi Sumber
|
|
|
|
Ralf
Dahrendorf (1929
|
Konflik
wewenang yang mengganti konflik klas,
|
|
|
|
Peter L.
berger:
|
Mengkompromikan
Pendekatan Sosiologi,
|
|
|
|
Harold
Garfinkel (1929-
|
Sosiologi
dan bahasa
|
|
|
|
Ali
Syai’ati (1933-1977)
|
Revologi
sebagai Sisilogi Konflik
|
|
|
|
Antonny
Giddens (1938
|
Teori
Strukturasi.
|
|
|
Postmodern
/Abad ke-20
|
|
Jean
Francois Lyotard (1924..
|
Narasi Besar dan Masyarakat Komputerisasi.
Menurutnya,
kebudayaan postmodern di tandai oleh beberapa prinsip yakni; lahirnya
masyarakat komputerisasi, runtuhnya narasi-narasi besar modernism, lahirnya
prinsip delegitimasi, disensus, serta paralogi.
|
|
|
|
Mihel Foucault (1926
|
Kuasa-Pengetahuan Era Postmodern
|
|
|
|
Jean
Baudrilland 1929
|
Dunia simulasi dan Hiperrealitas Postmodern
bahwa
dengan transparasi makna dan informasi, masyarakat barat dewasa ini telah
melampaui ambang batas menuju keadaan permanent ectasy, ektasi social(massa)
ektasi tubuh (kegemukan) ektasi seks (kecabulan) ektasi kekerasan (terror)
dan ektasi informasi (simulasi).
|
|
|
|
Fredrich
Jameson :
|
Kapitalisme lanjut dan Postmodernisme
bahwa
kapitalisme saat ini telah menjadi cara pandang dominan masyarakat
kontemporer dewasa ini.
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment