Tuesday, January 8, 2019

SEJARAH TEORI MUNCULNYA TEORI SOSIAL


NAMA           : FELIA SISKA
NIM                : 16166003

SEJARAH TEORI MUNCULNYA TEORI SOSIAL

ZAMAN
NO
AHLI
TEORI
Yunani Kuno
Pada masa ini sosiologi dipandang sebagai bagian tentang kehidupan bersama secara filsafat.
1
Plato (429-347 SM)
·      Plato merumuskan teori tentang bentuk negara yang dicita-citakan, yang organisasinya didasarkan pada pengamatan kritis terhadap sistem-sistem sosial yang ada pada zamannya.
·      Plato berhasil merumuskan suatu teori organis tentang masyarakat, yang mencakup bidang-bidang kehidupan ekonomis dan sosial.
2
Aristoteles (384-322 SM)
·      Aristoteles mengadakan suatu analisis mendalam terhadap lembaga-lembaga politik dalam masyarakat (Komunitas Sipil).
·      Aristoletes menyatakan bahwa basis masyarakat adalah moral.Menganggap bahwa masyarakat adalah suatu organisme hidup (seperti pandangan kaum biologiwan) dengan basis kehidupannya adalah moral (yang baik).
Renaissance (1200-1600)
Zaman ini adanya pemisahan antara politik dan moral sehingga terjadinya suatu pendekatan yang mekanis terhadap masyarakat.

Ibn. Khaldun (1332-1406)
Mengemukakan prinsip-prinsip pokok untuk menafsirkan kejadian-kejadian sosial dan peristiwa-peristiwa dalam sejarah. Faktor yang menyebabkan bersatunya manusia di dalam suku-suku klan, negara, dan sebagainya adalah rasa solidaritas.


Thomas More (1478-1535) – Komunis
Pada 1516 ia menerbitkan karya berjudul Utopia, yang menyatakan dua hal; sebuah deskripsi tentang kemakmuran dan sindiran terhadap masyarakat yang makmur waktu itu. Utopia membela subordinasi kehendak dari setiap individu untuk menuju kemakmuran, komunitas yang memiliki kebaikan, pendidikan nasional dan pekerjaan bagi semua rakyat


Giovanni Domenico Campanella (Tommazo Campanella) (1568-1639) - Komunis
Dalam buku City of the sun  : Mengenai Gagasan masyarakat Ideal
Kemelaratan yang luar biasa menyebabkan orang menjadi bajingan, pelit, licik, perampok, tukang tipu muslihat, berakal busuk, sampah masyarakat dan pembohong. Adanya kekayaan yang melimpah ruah menyebabkan orang menjadi sombong, tinggi-hati, awam, karena orang-orang membuat keputusan tentang sesuatu yang sebenarnya tidak dia pahami, pengkhianat-pengkhianat, pembohong, pembual, orang-orang yang tak mengenal belas kasihan, temperamental dan lain-lain.


N. Machiavelly (1469-1527)
·        Mengemukakan mengenai bagaimana cara mempertahankan kekuasaan. Pengaruh ajaran Machiavelly antara lain suatu ajaran bahwa teori-teori politik dan sosial memusatkan perhatian mekanisme pemerintahan.
·        Ajarannya yang sangat terkenal tercantum pada buku Discorsi Sopra La Prima Deca di Titus Livius (Discourses on Frist Ten Books of Titus Livius), 1521-1517 dan II Principe (The Prince), 1513.

Abad Pencerahan (Abad ke 17 -18)

Thomas Hobbes (1588-1679)
·        Teori Individualisme Instrumental
·        Menganggap masyarakat dan tatanan politis tempat masyarakat itu tergantung sebagai kondisi-kondisi yang secara intrinsik tidak menyenangkan tapi yang bagaimanapun perlu untuk kelangsungan hidup, piranti-piranti yang menyedihkan dari makhluk-makhluk egois yang terkejut panik yang tak bisa menemukan jalan lain untyk menghindari destruksi timbal-balik.

Jhon Locke (1632-1704)
Dianggap sebagai bapak Hak Asasi Manusia (HAM). Dia berpandangan bahwa pada dasarnya setiap manusia mempunyai hak-hak dasar yang sangat pribadi yang tidak dapat dirampas oleh siapapun termasuk oleh negara (seperti hak hidup, hak berpikir dan berbicara, berserikat, dan lain-lain).

JJ Rousseau (1712-1778)
Berpegang pada ide kontrak sosialnya Hobbes. Dia berpandangan bahwa kontrak antara pemerintah (negara?) dengan yang diperintah (rakyat?) menyebabkan munculnya suatu kolektifitas yang mempunyai keinginan-keinginan tersendiri yang kemudian menjadi keinginan umum. Keinginan umum inilah yang harusnya menjadi dasar penyusunan kontrak sosial antara negara dengan rakyatnya.


Adam Smith (1723-1790)
·        Teorinya sistem sosial.
·        Karya : Wealth of nations, Teory of moral sentiments
·        Gagasan bahwa masyarakat sebagaimana juga individu adalah sistem, atau mesin yang bekerja bukan karena maksud-maksud manusia.
·        Smith memakai model astronomis ini untuk menesebagai mekarangkan sistem-sistem sosial sebagai astronomis mekanisme-mekanisme yang hidup yang bagian-bagiannya tanpa disadari mempengaruhi kehidupan dan kegiatan keseluruhan.


Saint Simon (1760-1825)
·        Menyatakan bahwa manusia hendaknya dipelajari dalam kehidupan berkelompok.
·        Karya : Memoirs sur la Science de I’home : masalah-masalah dalam ilmu politik hendaknya dianalisis dengan metode-metode yang lazim dipakai terhadap gejala-gejala lain. Dia memikirkan sejarah sebagai suatu fisika sosial.


Augute Comte (1798-1853)
Mengemukakan Fisika Sosial yang diubah menjadi Sociology. Auguste Comte membagi sosiologi menjadi dua pendekatan yakni Statika Sosial dan sosial dinamik. Comte menyatakan  bahwa hubungan antara statika dan dinamika merujuk pada konsep order didalamnya ditekankan bahwa bagian-bagian dari masyarakat tidak dapat dimengerti secara terpisah, tetapi harus dilihat sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan.

Abad 19 /Masa Modern

Karl Marx (1818-1883)
·      Teori konflik
·      Karya : The Communist Manifesto (1848) dan Das Capital.
·      Teori konflik
·      Marx melihat masyarakat manusia sebagai sebuah proses perkembangan yang akan menyudahi konflik melalui konflik.
·      Sejarah manusia mula dari pertanian primitif, feodal dan industri, ditandai hubungan sosial yang melembagakan sifat ketergantungan untuk mengontrol atau menguasai sumber-sumber ekonomi.

Max Weber (1864-1920)
·      Teori tindakan
·      Menempatkan konsep tindakan individual yang bermakna pada pusat teorinya tentang masyaakat. Bagi weber ciri yang mencolok dari hubungan-hubungan sosial adalah kenyataan bahwa hubungan-hubungan tersebut bermakna bagi mereka yang mengambil bagian didalamnya.

Emile Durkheim (1858-1917)
·      Teori Konsensus
·      Karya “The division of labor in society” (1968) membahas gejala yang sedang melanda masyarakat : pembagian kerja. Ia mengemukakan bahwa dibidang perekonomian seperti industri modern terjadi penggunaan mesin serta konsentrasi modal dan tenaga kerja yang mengakibatkan pembagian kerja ke dalam bentuk spesialisasi dan pemisahan okupansi yang semakin rinci.

Teori Pendekatan Ekologi

Manusia sebagai makhluk kreatif

Interaksionalisme Simbolis

Sosiologi Hebaviorisme 

Fungsionalisme 

Teori kritis

Teori Makna 

Erving Goffman (1922-1982)
Panggung dan Perangkat Interaksi Sosial

George Casper Homans (1910-1989)
Sosilogi Mikro

Robert K. Merton (1910-2003)
Struktur dan Fungsi, 

Lewis A. Coser (1913 -
Arkeologi fungsi-fungsi konflik, 

C Wright Mills (1910-1962)
Sosilogi yang menggugat masyarakat, 

Peter M. Blau (1918-2002)
Pertukaran Sosial

Rondall Collins (1941

Interaksi Sosial, Konflik, Kekuasaan, dan Distribusi Sumber 

Ralf Dahrendorf (1929
Konflik wewenang yang mengganti konflik klas, 

Peter L. berger:

Mengkompromikan Pendekatan Sosiologi, 

Harold Garfinkel (1929-
Sosiologi dan bahasa

Ali Syai’ati (1933-1977)
Revologi sebagai Sisilogi Konflik

Antonny Giddens (1938
Teori Strukturasi.

Postmodern /Abad ke-20

Jean Francois Lyotard (1924..
Narasi Besar dan Masyarakat Komputerisasi.
Menurutnya, kebudayaan postmodern di tandai oleh beberapa prinsip yakni; lahirnya masyarakat komputerisasi, runtuhnya narasi-narasi besar modernism, lahirnya prinsip delegitimasi, disensus, serta paralogi.




Mihel Foucault  (1926
Kuasa-Pengetahuan Era Postmodern



Jean Baudrilland 1929

Dunia simulasi dan Hiperrealitas Postmodern
bahwa dengan transparasi makna dan informasi, masyarakat barat dewasa ini telah melampaui ambang batas menuju keadaan permanent ectasy, ektasi social(massa) ektasi tubuh (kegemukan) ektasi seks (kecabulan) ektasi kekerasan (terror) dan ektasi informasi (simulasi).



Fredrich Jameson :

Kapitalisme lanjut dan Postmodernisme
bahwa kapitalisme saat ini telah menjadi cara pandang dominan masyarakat kontemporer dewasa ini.





No comments:

Post a Comment

PENDIDIKAN IPS SEBAGAI PENDIDIKAN NILAI DAN KARAKTER

  Pengertian dan Hakikat Nilai 1.      Pengertian Nilai Nilai merupakan sebuah dasar atau tolak ukur dalam bertingkah laku, bersikap dan...