Sunday, December 10, 2017

Asal Usul Nagari Sisawah





Sisawah merupakan salah satu nagari yang ada di Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung. Nagari yang masih asri dan jauh dari polusi. Mengenai nagari ini meski mengetahui asal usul atau sejarah ringkas terbentuknya nagari ini. 
Kesatuan politik dan geografis yang utama di Minangkabau tradisional adalah nagari. Setiap nagari memiliki sejarahnya dan asal usulnya sendiri begitu juga dengan Nagari Sisawah. Menurut sejarahnya, nama Sisawah dan proses terbentuknya menjadi sebuah nagari terdiri dari beberapa versi. Versi yang pertama diambil dari nama “Sawah Panjang” yaitu pada awalnya sebagai pembatas antara korong-korong. Dahulu wilayah ini terpecah-pecah yang dinamakan “Korong”, antara satu wilayah dengan wilayah lainnya dibatasi oleh ”sawah panjang” yang diatasnya menjulang sebuah tanjung. Ketika waktu bergulir perbedaan antar wilayah itu tidak begitu tampak, sehingga sawah panjang tersebut mereka garab bersama yang hasil panen digunakan untuk upacara-upacara adat. Bisa jadi bukan perbedaan wilayah yang semakin hilang, akan tetapi masyarakat telah menjalin persaudaraan diantara sesama sehingga tidak diperlukan pembatas. Dengan  demikian sawah tersebut bisa digarap secara bersama-sama secara gotong-royong.[1]


Sawah Panjang yang digarap penduduk ini mengalami kekeringan, akibat kemarau yang sangat panjang sehingga banyak dari tanaman petani yang gagal panen. Untuk mengatasi masalah tersebut kepala-kepala suku berunding sehingga menghasilkan keputusan untuk memanfaatkan aliran batang Sumpur dengan membuat kincir air. Melalui Sawah Panjang tersebut sawah-sawah penduduk mendapatkan air yang cukup. Posisi Sawah Panjang berada jalur tinggi yang sangat strategis mengalirkan air ke sawah-sawah penduduk. Ternyata terjadi permasalahan pembagian air sawah, kesalapahaman suku-suku pemilik sawah di sekitar Sawah Panjang semakin meruncing,  untuk menyelesaikannya ninik mamak melarang kincir itu berfungsi. Sejak itu hamparan sawah tersebut kering, masyarakat sisawah menyebutnya  liek[2], bekas sawah ini dijadikan pemukiman oleh penduduk dan mereka sepakat memberi nama Sisawah yaitu sisa dan sawah.[3] Mengenai tahun awal nama Sisawah ini muncul tidak ada yang mengetahui, hanya cerita lisan secara turun temurun.
Versi yang kedua mengenai sejarah Sisawah ini menurut wari nan bajawek halipah nan ditanggung (cerita yang diterima dan diamanatkan orang tua- tua ) berkaitan dengan asal usul kedatangan dua  suku besar yaitu kubu Koto Piliang dan kubu Bodi Caniago. Kubu Koto Piliang berasal  dari “Mudiak” yakni berasal  dari Sumpur Kudus yang beraja kepada rajo Ibadat. Sedangkan, Kubu Bodi Caniago berasal dari Hilir, masuk melalui Batang Sinamar yang berasal dari Guguk Nan Tigo, dibawa oleh tiga datuk, yakni Datuk Malin Putih (Bio-bio), Datuk Pangulu Sati (Ranah Katemuan), dan Binuang Sati (Pulau Basung). Kedua kubu ini ingin saling mendominasi antara satu dengan yang lainnya, sangat susah menerima kedua aliran ini yang berbeda, serta sangat susah menyatukannya. Sehingga pada akhirnya aliran kedua kubu besar ini diterapkan di Sisawah, karena kesulitan menerima kedua kubu ini pada masa awalnya maka wilayah tersebut diberi nama wilayah ini Sisawah “Susah paya menerima sifat dua kubu”.[4]
Versi ninik mamak dan urang tuo-tuo, nagari Sisawah berasal dari 5 (lima) Jurai yang disebut juga Taratak. Taratak merupakan suatu pemukiman baru yang kecil dan mempunyai beberapa pondok (dangau), biasanya dikelilingi oleh hutan.[5] Setiap Jurai dipimpin oleh Urang Tuo Taratak (Inyik) nan manaruko mananggalung dibantu oleh beberapa orang Tuk Ampek Taratak yang disebut juga Ninik Mamak Limbago (Urang Sako) dan disetiap Taratak juga mempunyai Kacik nan Bapagantungan  Gadang nan Bapalarasan yang menjadi Ico Paliaro di taratak masing-masing. Jurai yang lima tersebut adalah Sibolin, Sungai Tampang, Kabun, Simawik, dan Rumbai.[6]
Lah Bakorong, Bakampung, Basuku, Bataratak, Badusun, Bakoto, Baru Banagari. Ado ampek suku dan limo suku yang didalammnyo sapuluah buah kampung : Caniago, Piliang, Sikumbang, Pitopang, Kampai panjang, Kampai Darek, Malayu iliah, Malayu Tongah, Malayu Tanjung Pauh jo Tobo. Satiok kampung adorumah godang nan bagonjong nan dipimpin ninik mamak nan ampek jinih.[7]

 (Artinya sudah ada korong, kampung, suku, taratak, dusun, koto, baru kemudian ada nagari. Ada empat suku dan lima suku didalamnya sepuluh kampung : Suku Caniago, Piliang, Sikumbang, Pitopang, Kampai Panjang, Kampai Darat, Melayu Hilir, Melayu Tengah, Melayu Tanjung Paruh, dan suku Tobo. Setiap kampung ada rumah gadang bergonjong (rumah adat Minangkabau) yang dipimpin oleh ninik mamak empat jurai.)

Ada empat suku dan lima suku yang didalamnya terdiri dari sepuluh buah kampung : Caniago, Piliang, Sikumbang, Pitopang, Kampai Panjang, Kampai Darat, Melayu Hilir, Melayu Tengah, Melayu Tanjung Paru, dan Tobo. Setiap Kampung ada rumah Gadang yang bergonjong yang dipimpin oleh ninik mamak empat jinih). Berdasarkan penggabungan adat lima jurai diatas terbentuklah pemerintahan nagari Sisawah.[8] Mengenai tahun pastinya awal cerita sejarah adanya nagari Sisawah versi kedua ini juga tidak ada sumber berupa arsip, hanya melalui cerita lisan secara turun temurun dari zaman dahulu hingga sekarang.
Analisa penulis bahwa asal muasal nagari Sisawah ini berdasarkan lima jurai yakni Simawik, Rumbai, Sungai Tampang, Sibolin dan Kabun. Penduduk jurai-jurai ini berasal dari dua kubu besar atau aliran yang menempati wilayah ini yakni Kubu Caniago yang datang dari mudik atau utusan Raja Ibadat yang membentuk taratak Simawik, Rumbai dan Sungai Tampang dan Kubu Koto Piliang yang datang dari hilir yang dikenal dengan Datuk Malin Putih yang membentuk taratak Sibolin dan Kabun.


[1] Wawancara dengan Dt.Phl Dubalang selaku ninik mamak, tanggal 15 Februari 2014
[2]  Bahasa Sisawah yang artinya kering atau tidak di garab

[4]  Wawancara dengan Syair Taktam, selaku tokoh adat di nagari Sisawah tanggal 22 Februari 2014
[5] Tsuyoshi Kato, Adat Minangkabau dan Merantau Dalam Perspektif Sejarah, (Jakarta : Balai Pustaka, 2005), hal. 65
[6] Wawancara dengan Syair Taktam, selaku tokoh adat dan ninik mamak di Nagari Sisawah tanggal 22 Februari 2014
[7] Jurin Gagar Tangari, et all, Asal Muasal Nagari Sisawah Manuruik Warih Nan Bajawek Halipah Nan Ditampung, (Sisawah : Kantor Wali Nagari Sisawah, 2002), Hal. 1
[8] Ibid, hal. 1-2

Monday, December 29, 2014

Tugas Metode Proyek



Pertanyaan dan Jawaban
1.      Buatlah cerita sesuai dengan indikator dan tema (didalamnya contoh berbuat baik kepada orang tua) menggunakan alat gambar seri, audio, visual (internet) !
Jawab
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEim0E5WGWEw6kMkmorWGIDZhiHguksMZBriuD7nCQnnB0xl1oZ7H9YCRfq3kX-rDYjn_fGtPAKTyJwU5bm-zIfeZzPtXND6GIpPux7UbBrm9WOtDMAUpC1EA2ptHgdl6yHyEJDcD0x0Ih8/s1600/mm.jpg






















2.      Buatlah salah satu metode proyek (apa yang berubah dari perilaku anak setelah melakukan metode proyek) !
Jawaban
Pelaksanaan Metode Proyek
a.      Persiapan
Dalam persiapan, diawali dengan penjelasan guru tentang materi yang dipelajari yang diikuti dengan instruksi tugas projek yang dilengkapi dengan persyaratan tertentu, termasuk ketentuan waktu. Selanjutnya langkah-langkah PBP adalah sebagai berikut:
1)      Menentukan projek , yaitu memilih tema/topik untuk menghasilkan produk (laporan observasi/penyelidikan, rancangan karya seni, atau karya keterampilan) dengan karakteristik mata pelajaran dengan menekankan keorisinilan produk. Penentuan produk juga disesuaikan dengan kriteria tugas, dengan mempertimbangkan kemampuan peserta didik dan sumber/bahan/alat yang tersedia.
2)      Merancang langkah-langkah penyelesaian projek dari awal sampai akhir. Pada kegiatan ini, peserta didik mengidentifikasi bagian-bagian produk yang akan dihasilkan dan langkah-langkah serta teknik untuk menyelesaikan bagian-bagian tersebut sampai dicapai produk akhir.
3)      Menyusun jadwal pelaksanaan projek, yaitu menyusun tahap-tahap pelaksanaan projek dengan mempertimbangkan kompleksitas langkah-langkah dan teknik penyelesaian produk serta waktu yang ditentukan guru.
b.      Pelaksanaan
1)      Menyelesaikan projek dengan difasilitasi dan monitoring guru, yaitu mencari atau mengumpulkan data/material dan kemudian mengolahnya untuk menyusun/mewujudkan bagian demi bagian sampai dihasilkan produk akhir.
2)      Mempresentasikan/mempublikasikan hasil projek, yaitu menyajikan produk dalam bentuk presentasi, diskusi, pameran, atau publikasi (dalam majalah dinding atau internet) untuk memperoleh tanggapan dari peserta didik yang lain, guru, dan bahkan juga masyarakat.
c.        Evaluasi
Evaluasi proses dan hasil projek, yaitu meninjau proses pelaksanan projek dan menilai produk yang dihasilkan untuk mengetahui ketercapaian tujuan projek.
Setelah melaksanakan metode proyek, anak-anak lebih memahami dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

3.      Bermain peran, buatlah contoh bermain peran di didalamnya ada nilai agama dan moral !
Jawab
Pelaksanaan Metode Bermain Peran
a.       menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik,
Dalam hal ini guru hendaknya memberikan anak berbagai motivasi atau dorongan yang mengarah pada apa yang akan anak- anak  perankan.
b.       memilih partisipan/peran, Dalam bagian ini anak dipersilahkan memilih peran apa yang akan ia perankan. Gurupun juga harus memberi bimbingan kepada anak bagaimana ia memerankan tokoh yang ia pilih
c.       menyusun tahap-tahap peran,
d.      menyiapkan pengamat,
e.       pemeranan,
f.       diskusi dan evaluasi,
g.      pemeranan ulang,
h.      diskusi dan evaluasi tahap dua,
i.        membagi pengalaman dan mengambil kesimpulan.
Kesembilan tahap tersebut dijelaskan sebagai berikut. Menghangatkan suasana kelompok termasuk mengantarkan peserta didik terhadap masalah pembelajaran yang perlu dipelajari. Hal ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi masalah, menjelaskan masalah, menafsirkan cerita dan mengeksplorasi isu-isu, serta menjelaskan peran yang akan dimainkan. Masalah dapat diangkat dari kehidupan peserta didik, agar dapat merasakan masalah itu hadir dihadapan mereka, dan memiliki hasrat untuk mengetahui bagaimana masalah yang hangat dan actual, langsung menyangkut kehidupan peserta didik, menarik dan merangsang rasa ingin tahu peserta didik, serta memungkinkan berbagai alternative pemecahan. Tahap ini lebih banyak dimaksudkan untuk memotivasi peserta didik agar tertarik pada masalah karena itu tahap ini sangat penting dalam bermain peran dan paling menentukan keberhasilan. Bermain peran akan berhasil apabila peserta didik menaruh minat dan memperhatikan masalah yang diajukan guru. Memilih peran dalam pembelajaran, tahap ini peserta didik dan guru mendeskripsikan berbagai watak atau karakter, apa yang mereka suka, bagaimana mereka merasakan, dan apa yang harus mereka kerjakan, kemudian para peserta didik diberi kesempatan secara sukarela untuk menjadi pemeran. Jika para peserta didik tidak menyambut tawaran tersebut, guru dapat menunjuk salah seorang peserta didik yang pantas dan mampu memerankan posisi tertentu.


Terpuruk

hidup ini sangat terasa kekejamannya bagi mereka yang tidak bisa mengambil hikmah dari setiap masalah yang datang. Jumat, 12.20 wib email itu masuk, bahwa aku diterima di PT PLN, dan harus ikut ters di Surabaya. sungguh hal yang sangat membingungkan  sekaligus ada rasa bahagia. Tak tau meski ngapain, yang terpikir hanya menghubungi orang-orang terdekat, Ibu angkatku, Bu Upik, pergilah fe. Ini kesempatan nak. Kejar cita-citamu...masih jelas terngiang di telinga ini. Langkah selanjutnya menghubungi orang kedua, Pimpinan kerja yang telah aku anggab sebagai ibu, namun belum ada jawaban. Menghubungi orang ketiga Ibu,...Ok fe. Jam 16.00 ke rumah ibuk. Sesampainya di rumah beliau langsung dibantu jalannya, ada uang fe...kalau tidak ada, kita carikan nanti uangnya. Siap besok yang mengantar? kalau tidak ada sama bapak aja besok pagi diantar ke bandara....ada rasa haru dan harapan ,uncul begitu saja...

sebelum pergi aku harus membeli tiket dulu ke Traveloka, tapi atas dikirim ke rekening BRI atas nama Nendra, setelah selesai tes di ganti oleh pihak PLN. Tanpa berfikir panjang langsung dicari cara untuk bisa mengirim uang melalui, untung Sapion bisa membantu karena katanya limit waktu hanya sampai jam 22.00 wib.

Kode Booking dikirim lewat Email, setelah itu tiketnya juga dikirim lewat email. Pagi-pagi sekali aku diantar sama ibuk liza, bapak, n adik-adik ke bandara karena pesawat jam 08.15...
perasaan ini mulai tak menentuh, tapi masih berfikir positif. Sesampai BIM disuruh langsung cek in sama buk ijah, ketika memasukkan barang ke kargo, terjadi masalah kata petugas tiket ini belum dibayarkan....aku disuruh menghubungi pihak Lion Air,,,ternyata sesampai disana tiket aku tidak pernah dibayarkan, hanya dibooking saja...Astagfirullah AKU TERTIPU
dunia terasa berputar, aku telah mengecewakan orang-orang yang berharap,..aku sengaja tak memberitahu orangtuaku kalau akan berangkat ke surabaya, supaya nantinya jadi kejutan, malahan musibah yang aku peroleh,,,mohon ampun ya Allah, semoga orang yang mencuri uang iu bisa bertobat.

padahal uang tersebut dipinjamkan, ternyata memberikan uang pada yang tidak membutuhkan...
kini aku tinggal dengan hutang yang melilit :(

PENDIDIKAN IPS SEBAGAI PENDIDIKAN NILAI DAN KARAKTER

  Pengertian dan Hakikat Nilai 1.      Pengertian Nilai Nilai merupakan sebuah dasar atau tolak ukur dalam bertingkah laku, bersikap dan...